Perawakan gagah memang menjadi daya pikat mobil SUV (Sport Utility Vehicle). Di Indonesia, jenis kendaraan ini kian banyak ditawarkan oleh pabrikan otomotif. Dua produk yang populer dan kerap terlihat di jalanan adalah Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.

Kedua mobil SUV ini pun memiliki dimensi yang sama, yakni memiliki panjang bodi sekitar 4,7 meter, lebarnya pun 1,8 meter, dan tinggi kedua mobil SUV itu 1,8 meter.

Toyota Fortuner memiliki dua pilihan jantung penggerak, yakni mesin bensin berkapasitas 2.700cc dan diesel turbo 2.393cc. Sementara Mitsubishi Pajero Sport hanya dibekali mesin diesel berkapasitas 2.477cc, dikombinasikan sistem transmisi otomatis delapan percepatan.

Informasi dari laman resmi Toyota Astra  Jumat 15 Januari 2021, diketahui mobil SUV Fortuner ditawarkan dalam delapan varian. Untuk memboyong tipe terendahnya, konsumen harus menyiapkan dana Rp509,9 juta on the road Jakarta.

Tak hanya versi standar, TAM menawarkan mobil Fortuner yang memakai sistem penggerak roda, sekaligus menjadi tipe tertingginya. Untuk menebusnya, konsumen harus menyiapkan uang sebanyak Rp709,5 juta on the road Jakarta.

Sementara itu, dari laman resmi Mitsubishi Indonesia diketahui Pajero Sport ditawarkan dengan harga mulai dari Rp496,5 juta. Untuk varian penggerak empat roda, konsumen harus menebusnya Rp707 juta on the road Jakarta.

Selain versi standar, PT Mitsubsihi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) beberapa waktu lalu juga menawarkan Pajero Sport edisi terbatas, yakni Dakar Ultimate 4x2 dan Dakar 4x2. Keduanya diberi tambahan sistem audio 'Rockford Edition', serta berbagai aksesori untuk memaksimalkan penampilannya.

Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 4x2 Rockford Edition diketahui hanya tersedia sebanyak 120 unit, dan dilabeli harga Rp609 juta. Sementara versi Dakar 4x2 Rockfor Edition ada 400 unit, dengan banderol Rp568 juta on the road Jakarta.

Read More

 

 Toyota Motor Corporation menyatakan komitmennya kepada pemerintah Indonesia untuk menggelontorkan investasi untuk pengembangan proyek kendaraan listrik.

Toyota menyiapkan dana investasi hingga US$2 miliar atau setara Rp28,4 triliun (kurs Rp14.200 per dolar AS) dalam lima tahun ke depan serta menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia.

Demikian disampaikan Asia Region Chief Executive Officer (CEO) Toyota Motor Corporation, Yoichi Miyazaki, saat mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Selasa, 8 Desember 2020.

"Toyota berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi, dan juga mengurangi impor minyak bagi kendaraan bermotor,” ungkap dia.

Dengan komitmen pemerintah untuk mengembangkan kendaraan listrik, Toyota memperkirakan konsumsi bahan bakar akan mengalami penurunan hingga 126 juta liter pada 2025.

"Setidaknya, dalam lima tahun ke depan, Toyota sudah menyiapkan 10 jenis kendaraan listrik bagi konsumen Indonesia. Teknologi kendaraan Toyota juga sudah siap untuk mendukung penerapan B30 di Indonesia," ungkapnya.

Menyambut baik adanya rencana investasi yang akan dilakukan Toyota, Airlangga berharap investasi itu dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan keahlian angkatan kerja Indonesia.

"Apalagi Indonesia tengah menghadapi bonus demografi atau peningkatan jumlah penduduk usia produktif," tutur Airlangga.

Airlangga juga menyambut baik rencana Toyota membuat proyek EV Smart Mobility di Bali sebagai bagian untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik dalam ekosistem eco-tourism di Nusa Dua, Bali.

"Pemerintah akan memberi dukungan yang diperlukan oleh Toyota dalam rangka pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dalam bentuk regulasi, insentif fiskal, dan non fiskal," ucap dia. (art)

Read More

 

 Toyota sudah 49 tahun berkiprah di Indonesia, dan sukses memproduksi beberapa model yang laku keras di pasar nasional maupun luar negeri.

Beberapa contohnya adalah Kijang Innova, Avanza (bekerja sama dengan Daihatsu), serta mobil sport utility vehicle atau SUV Toyota Fortuner.

Sampai saat ini, merek asal Jepang itu masih terus memimpin pasar dalam hal volume penjualan, baik secara distribusi ke diler maupun pengiriman ke rumah konsumen.

Meski di atas angin, namun hal itu tidak membuat mereka terlena. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sudah memiliki banyak rencana untuk tahun-tahun yang akan datang.

Salah satunya adalah menghadirkan mobil hybrid, sejalan dengan rencana pemerintah untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai di Tanah Air.

“Mulai 2022, Toyota Indonesia akan memproduksi mobil hybrid,” ujar Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Rabu 16 Desember 2020.

Bob mengatakan, ada dua alternatif terkait pembuatan kendaraan yang menggunakan gabungan mesin konvensional dengan motor listrik. Pertama, merancang model yang baru dan belum pernah dihadirkan sebelumnya.

“Atau, membuat model yang sudah ada menjadi hybrid. Kalau melihat pertimbangan industri otomotif yang sudah ada, lebih baik meng-hybrid-kan yang sudah ada,” tuturnya.

Cara kedua dianggap lebih efisien, kata Bob, karena bisa menjaga rantai pasokan yang sudah terbentuk selama ini. Mereka hanya perlu menerapkan teknologi hybrid ke model baru, sehingga tidak banyak melakukan ubahan.

“Apalagi jika model tersebut sudah bisa diterima di pasar, baik lokal maupun ekspor,” ungkapnya.

Meski demikian, Bob enggan menjelaskan lebih jauh mengenai model mobil yang dimaksud. Ia hanya menjelaskan, masyarakat sudah bisa menebak apa mobil yang dimaksud.

Read More

 

Falam kondisi standar, biasanya Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport sudah dilengkapi perangkat hiburan multifungsi. Wujudnya berupa layar yang disematkan di tengah dasbor.

Namun, ada saja pemilik mobil SUV tersebut yang kurang puas dengan produk yang disiapkan oleh pabrikannya. Tentu saja mengganti perangkat head unit untuk kendaraan berbanderol mulai dari Rp400 jutaan itu, dibutuhkan dana yang besar.

Marketing Manager Asuka Car TV Indonesia, Albert Lim mengatakan, untuk menebus perangkat hiburan mobil Toyota Fortuner maupun Mitsubishi Pajero Sport, pemilik harus menyiapkan dana berkisar Rp12 juta sampai dengan Rp13 juta.

"Pemasangannya cukup cepat karena sudah plug and play tadi, hanya sekitar 60 menit. Kami juga berikan garansi 2 tahun, terhitung dari pembelian dan pemasangan perangkat head unit tersebut," ujarnya saat konfrensi pers online, Selasa 8 Desember 2020.

Dengan banderol tersebut, kata Albert, konsumen bakal mendapatkan head unit baru dari merek Mirai Car Entertainment dengan layar sentuh vertikal berukuran 12,1 inci. Model perangkat hiburan ini menyerupai yang dipakai di mobil listrik Tesla.


Head unit berukuran besar itu, kata dia, sudah mengusung sistem operasi Android OS PIE 9.0. Perangkat tersebut, juga dilengkapi Indonesian Voice Recognition yang memungkinkan pengguna melakukan perintah suara untuk menjalankan aplikasi, seperti membuka navigasi (google maps), memutar music di youtube, dan sebagainya.

"Jadi kami tawarkan Head Unit ala mobil listrik Tesla, Mirai M-T680 untuk Fortuner dan M-652A All New Pajero Sport. Desainnya OEM (Original Equipment Manufacture), enggak perlu modifikasi frame-nya karena sudah plug and play," tuturnya.

Read More

 

Masih banyak masyarakat Indonesia yang memandang skeptis terhadap mobil listrik, seperti daya tahan baterainya serta bagaimana jika harus melewati banjir.

Mereka juga tidak langsung tertarik untuk memiliki kendaraan canggih tersebut, karena khawatir akan mengalami kekecewaan saat nanti digunakan sehari-hari.

Padahal, sudah banyak bukti bahwa setrum yang disimpan dalam baterai cukup untuk pemakaian sehari-hari di perkotaan selama kurang lebih satu pekan.

Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai kini juga sudah jauh lebih singkat, yakni kurang dari satu jam jika menggunakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dengan sistem fast charging.

Kekhawatiran akan minimnya infrastruktur juga sebenarnya tidak lagi beralasan, sebab produsen menyediakan alat cas untuk dipakai di rumah. Waktu yang dibutuhkan hingga baterai penuh yakni sekitar 6 jam, itu pun jika baterai dalam keadaan nyaris kosong daya listriknya.

Kehadiran industri pembuatan mobil listrik di Indonesia, kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam juga bisa membantu meningkatkan pemasukan negara.

“Elektrifikasi kendaraan bisa jadi salah satu andalan komoditi ekspor. Otomotif termasuk produk berteknologi tinggi, dan kekuatan satu negara itu bisa dilihat dari kemampuan dia mengekspor produk teknologi tinggi,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Kamis 17 Desember 2020.

Dengan naiknya ekspor produk otomotif, kata Bob, maka hal itu akan berdampak pada neraca perdagangan, yang salah satu efeknya adalah menguatnya nilai rukar rupiah.

“Ke depan kita harus memperhatikan ekspor, supaya trade balance kami juga positif. Nanti juga akan berpengaruh ke mata uang kita yang lebih kuat,” tuturnya.

Meski demikian, Bob mengaku bahwa untuk mewujudkan itu perlu peran aktif dari pemerintah. Tumbuhnya industri mobil listrik hanya bisa dicapai dalam waktu cepat, apabila ada kebijakan yang mendukung hal itu.

“Kalau cuma pasar domestik, skala ekonominya butuh waktu. Tapi dengan adanya pasar ekspor, kami berharap skala ekonominya bisa tercapai dan pada gilirannya nanti bisa memberikan kontribusi untuk industri hulu, yaitu di tambang nikel,” jelasnya.


Read More

Informasi terkait mobil Esemka dan isi garasi Menteri Sosial, menjadi sorotan pembaca, Selasa 8 Desember 2020. Selain itu, ada juga berita viral foto Toyota Innova menanjak di bebatuan. Berikut daftar lengkapnya:

1. Mobil Esemka Banjir Pesanan

Prosesi peluncuran perdana produk Esemka dibuka langsung oleh Presiden Jokowi, dan disaksikan oleh banyak pejabat penting. Beberapa isu miring masih terus berembus, membuat beberapa orang pesimistis dengan masa depannya. Nyatanya, sampai saat ini Esemka masih terus ada.

2. Foto Innova Nanjak Ini Ramai Dibahas Netizen

Di kelas MPV ukuran menengah, ada Toyota Innova yang selalu menempati urutan pertama sebagai mobil terlaris. Model ini memiliki sejarah yang legendaris, karena hadir sebagai penerus dari generasi Toyota Kijang. Di media sosial, beredaer foto yang memperlihatkan kemampuan mobil tersebut.

3. Mensos Juliari Batubara Pernah Punya Mobil Spesial

Masyarakat Indonesia dibuat terhenyak, saat Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar operasi tangkap tangkap tangan atau OTT pada akhir pekan lalu. Salah satu tersangkanya yakni Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara. Nama Ari sudah lama malang melintang di dunia otomotif. Sejak 2003 hingga 2011.
Read More

 

 Mobil Daihatsu yang dijual di Indonesia, serupa dengan yang ditawarkan oleh Toyota. Hal ini lantaran keduanya berada di dalam satu lingkaran bisnis yang sama.

Saat ini, ada beberapa produk kembar yang dijajakan oleh dua merek Jepang itu, mulai dari Daihatsu Ayla dan Toyota Agya. Sigra-Calya, Terios-Rush, serta Xenia-Avanza yang sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia.

Jajaran mobil kembar tersebut, hanya dibekali jantung penggerak mesin konvensional dengan kapasitas silinder yang beragam. Padahal, kini produk yang ditawarkan oleh PT Toyota Astra Motor ada yang sudah memakai teknologi hybrid sebagai sumber tenaganya.

Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra mengatakan, pihaknya bisa memanfaatkan teknologi yang dimiliki Toyota.

"Pada dasarnya begini, kami kan bagian dari group Toyota. Kalau secara teknologi hybrid yang dipakai Daihatsu itu akan sama (dengan Toyota)," ujarnya dalam konfrensi pers virtual, Kamis 17 Desember 2020. 

Lantas, kapan merek otomotif Jepang itu berencana menghadirkan produk mobil hybrid di dalam negeri? Amel menyebut, Daihatsu akan mengeluarkan produk hybrid mengikuti jadwal Toyota. 

"Daihatsu juga akan keluarkan hybrid. Tahunnya berapa ya ikut saja dengan Toyota, karena bukan kami yang bikin hybrid-nya," paparnya.

Sebelumnya, diinformasikan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia sudah memiliki banyak rencana untuk tahun-tahun yang akan datang. Salah satunya adalah menghadirkan mobil hybrid, yang akan dimulai produksinya pada 2022.

Read More
Previous PostPostingan Lama Beranda